AJARAN KEBENARAN JAWA



Sang Hyang Maha Kuasa dengan Seluruh CiptaanNya


RAHAYU

(Sejahteralah Semua CiptaanNya)


Semua yang ada di dunia ini adalah sebagai Utusan Sang Hyang Maha Kuasa, baik yang dapat dilihat maupun yang tidak dapat dilihat, baik yang dapat dirasa maupun yang tidak dapat dirasa, baik yang dapat diraba maupun yang tidak dapat diraba.


CiptaanNya ada yang berupa Primer (Pancer) yang tidak terkena takdir mati seperti para titah mahluk halus (para Danyang atau Malaikat).


Sebelum jagad raya tercipta, Sang Hyang Maha Kuasa tidak mempunyai apa-apa dan siapa-siapa, karena itu kemudian diciptakan terlebih dahulu para titah halus yang tidak dapat dilihat dengan mata wadak manusia, dan karena itulah Sang Hyang Maha Kuasa adalah Sang Maha Pencipta.


Para titah halus yang diciptakan dari api diberi tugas untuk membuat bumi dan juga diberi tugas untuk menjaga api sampai hari ini.


Para titah halus yang terbuat dari Angin, Air dan Matahari, sampai hari ini tetap menjalankan kuwajibannya dan setia pada tugasnya masing-masing.


Setelah Para titah primer, Danyang atau Malaikat, Tanah, Air, Angin, Api, Matahari dan seluruh isinya sudah siap, barulah kemudian diciptakan titah skunder yang mengalami takdir mati.


Titah primer mempunyai kuwajiban melaksanakan membagi akomodasi manusia. Atas kehendak Sang Hyang Maha Kuasa manusia dapat menemukan dan dapat membuat boom atoom, tentunya harus didahului dengan tersedianya bahan-bahannya, seperti uranium, plutonium terlebih dahulu, dengan tanpa tersedianya bahan-bahan baku tersebut maka dengan sendirinya tidak mungkin akan ditemukan atau dibuatnya boom atoom oleh manusia.


Gambaran-gambaran ini sebagai teladan begitu besar kesabaran Sang Hyang Maha Kuasa menunggu kita mengakui. Jadi jangan keburu belajar yang tidak terlihat oleh pandangan/penglihatan mata (tidak kasat mata).


Karena belajar yang tidak kasat mata (tidak terlihat) akan menjadikan banyak yang tergila-gila akhirnya menjadi belajar kanuragan.


Untuk wawasan ini kita tidak belajar kanuragan, tetapi kita sedang belajar dan melaksanakan ”KESEMPURNAAN HIDUP VERSI JAWA”. Pada dasarnya kita tidak sedang belajar atau mempelajari kanuragan, karena kanuragan tidak boleh dipelajari.


Kelak jika kita meninggal dan menghadap kepada Sang Hyang Maha Kuasa, kita harus membawa kebajikan, bukan membawa kekuatan raga, pisik atau kemewahan harta yang kita miliki.


Kesempurnaan hidup adalah sebagai bukti bekti kita kepada Sang Hyang Maha Kuasa.


Kita ini sebagai titah kebanggaanNya seperti yang dikehendaki Sang Hyang Maha Kuasa bukan dengan kanuragan yang kita tunjukkan kepadaNya.


Kanuragan hanya memberi kebaikan raga/badan saja tanpa dapat memberikan tuntunan yang tepat pada akhir kehidupan di dunia. Karena Sang Hyang Maha Kuasa sendiri menciptakan semua ini agar supaya tunduk pada hukum-hukum alam yang sudah berjalan dimuka alam semesta ini.


Pemikiran atau gagasan untuk membahas keadaan yang sudah disiapkanNya, tentu lebih bermanfaat. Tanggapan atau pemikiran kita untuk memikirkan semua sudah disediakan olehNya tentunya lebih berguna.


Untuk itu marilah kita pelajari yang kasat mata (dapat dilihat), agar memperoleh kesempurnaan. Kita bisa mencapai kesempurnaan asal kita bisa menyatu atau manunggal denganNya dan para Danyang atau Malaikat (titah primer) dengan menyatunya ketiga unsur tersebut itulah dikemudian hari dikenal sebagai Tri Tunggal.


TRI TUNGGAL  YAITU BERSATUNYA ;


1.             Sang Hyang Maha Kuasa;

2.             Titah Primer (Danyang atau Malaikat) dan

3.             Titah sekunder titah yang ditakdirkan mati.


Sudah bermilyard-milyard tahun, Sang Hyang Maha Kuasa menciptakan titah yang ditakdirkan dapat mati (titah skunder), ujudnya hewan dan tanaman, kotoran hewan yang besar dijaman Purbakala dulu yang telah menjadi fosil.


Fosil kemudian menjadi minyak, selnjutnya minyak untuk menjalankan mesin. Hewan yang besar-besar dikodratkan untuk menyediakan kebutuhan semua titah yang sudah ada. PersiapanNya menciptakan minyak fosil demi kebutuhan kita khususnya titah dijaman ini.


Ternyata Sang Hyang Maha Kuasa terus menciptakan kita, manusia titah skunder yang lengkap, dibandingkan dengan para Danyang atau Malaikat, para titah halus, titah primer yang terdahulu.


Walaupun demikian, manusia itu mahluk yang banyak akalnya, bahkan baru beberapa ribu tahun saja keberadaannya, manusia sudah menguras isinya bumi, sudah banyak merusak isinya bumi dan bahkan banyak spesies yang sudah hilang karena perbuatan manusia.


Manusia titah skunder yang paling sempurna dibanding dengan titah skunder lainnya dan mempunyai ciri-ciri serba 5 (lima).


1.              Warna kulit ada 5 (lima), yaitu putih, kuning, coklat,merah dan hitam. Karena belum lengkap kemudian ditambah, yakni ;


2.              Indra ada 5 (lima) yang disebut Panca Indra dikaruniakan kepada kita, karena belum lengkap kemudian ditambah, yakni;


3.              Jari 5 (lima) dikaruniakan berupa jari di kaki dan di tangan, tetapi belum lengkap karena belum jadi laki-laki dan perempuan, karena disana tidak ada hukum kehidupan seperti di bumi, kemudian titah skunder diturunkan ke bumi untuk menjalani kehidupan dan tempatnya dibagi menjadi 5 (lima) benua.


4.              Benua Eropa untuk kulit Putih, Benua asia untuk kulit Kuning, Benua Australia untuk kulit Coklat, Benua Amerika untuk kulit Merah dan Benua Afrika untuk kulit Hitam.


5.              Nama hari, ditanah Jawa ada 5 (lima) nama hari antara lain, Paing, Pon, Wage, Kliwon Legi, Para Leluhur Jawa mengambil nama-nama hari tadi dari utusannya para titah Pancer ;


Paing——-Tanah;

Pon———Air;

Wage——-Api;

Kliwon——Angin;

Legi———Matahari.


Ada lima tingkatan mencari ilmu ;


1.              Japa;

2.              Mantra;

3.              Guna;

4.              Srana;

5.              Sabda.


Kelima tingkatan pendidikan untuk masa sekarang, dimulai dari Tingkat SD s/d S3. Tamatnya tidak sama, berbeda sekolahnya juga berbeda kepandaiannya.