Rasulullah Saw bersabda :”bahwa segala sesuatu itu ada pembersihnya, besi yang berkarat dapat dibakar dan ditempa, kain yang kotor dapat dicuci, tetapi hati yang kotor hanya dapat dibersihkan dengan Dzikrullah”.

Banyak sekali ayat-ayat yang memerintahkan dan menganjurkan kepada orang yang “ber iman” untuk “Ber zikir” kepada Allah Swt, misalnya dalam surat Ar-Rad : 28:

Yaa ayatuhan nafsul mutma’inah, irji’i ila Rabiki radiyatan mardiyah, fadhuli fi ‘ibadi, wadhuli Jannati..”

(wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan ikhlas dan diridhoi, masukah kedalam golongan HambaKU, dan Masuklah kedalam SyurgaKU…).

Soalnya, bagaimana caranya membentuk hati/jiwa yang tenang agar mendapat “tiket/undangan” dari Allah Swt untuk memasuki SyurgaNYA, Allah SWT telah berfirman dalam surat Al-Ahzab : 41 :

yaa ayuhallazi na’amanuzkurullaha Zikran Kasyiira

(hai orang-orang yang beriman, berzikirlah kepada Allah, Zikir setiap saat dan sebanyak-banyaknya

Rasulullah Saw bersabda :”bahwa segala sesuatu itu ada pembersihnya, besi yang berkarat dapat dibakar dan ditempa, kain yang kotor dapat dicuci, tetapi hati yang kotor hanya dapat dibersihkan dengan Dzikrullah”.

Banyak sekali ayat-ayat yang memerintahkan dan menganjurkan kepada orang yang “ber iman” untuk “Ber zikir” kepada Allah Swt, misalnya dalam surat Ar-Rad : 28:

Allazi na ‘amanu watatma inul qulubuhum bizikrillahi ala bizikrillahi tatma inal Quluub” (Orang-orang yang ber Iman hati mereka menjadi tenang dengan berzikir kepada Allah, ingatlah Hanya dengan berzikir kepada Allah maka hati/jiwa menjadi tenang), dan selanjutnya hanya jiwa/hati yang tenang saja yang mendapat “tiket/undangan” dari Allah Swt untuk memasuki SorgaNYA seperi tertuang dalam surat Al-Fajr :27-30:

Yaa ayatuhan nafsul mutma’inah, irji’i ila Rabiki radiyatan mardiyah, fadhuli fi ‘ibadi, wadhuli Jannati..” (wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan ikhlas dan diridhoi, masukah kedalam golongan HambaKU, dan Masuklah kedalam SorgaKU…). Pertanyaannya, bagaimana caranya membentuk hati/jiwa yang tenang agar mendapat “tiket/undangan” dari Allah Swt untuk memasuki SorgaNYA, Allah SWT telah berfirman dalam surat Al-Ahzab : 41 :

yaa ayuhallazi na’amanuzkurullaha Zikran Kasyiira” (hai orang-orang yang beriman, berzikirlah kepada Allah, Zikir setiap saat dan sebanyak-banyaknya).

Bagaimana methode zikir yang benar ? Sangat jelas petunjuknya pada Al-A’raf : 205:

Wazkuru Rabbaka fi nafsika, tadarru’aw, wahifataw, waduunal zahri minal kauli bil ghuduwi, wal asholi wala taku minal ghaafiliin” (dan berzikirlah kepada Rabbimu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut dan tidak mengeraskan suara, diwaktu pagi & petang, dan janganlah kamu termasuk orang2 yang lalai).

Dengan metode zikir yang benar menurut konsep Allah SWT, maka kita dapat membersihkan jiwa dan hati sanubari, agar terwujud “Tune Up freqwunsi” insaniyah menuju freqwensi “Signal Illahiyah”, …………………………

Dalam Hadist Qudsi Riwayat Imam Akhmad dari Wahab Bin Munnabih, Allah Swt menjelaskan “Lam yas’ani ardi walaa samaaii wasi’anii qalbu ‘abdil mu’minul layiinul waadi” (tidak dapat memuat akan zatKU bumi dan langitKU, yang dapat memuatnya adalah hati hambaKU yang mukmin/suci, lembut dan tenang.